Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Wednesday, December 7, 2016

Hidupmu gak ada gunanya kalau ngelakuin kebiasaan ini

       
Sebagai manusia pasti punya cara tersendiri dalam menjalani hari-hari. Entah itu bekerja, cari kerja, ngerjain skripsi, jalan-jalan, atau males-malesan. Intinya kamu ngelakuin itu biar hidupmu ada manfaatnya tapi tunggu…males-malesan itu termasuk hal yang positif atau justru ngebuang waktu?
“Males-malesan kan juga kegiatan. Bersantai, refreshing, cari inspirasi…”
“Iya, tapi kan nggak menghasilkan sesuatu. Kamu cuma duduk, tiduran, dan bengong!”
Nah, fakta ini nih yang sekian lama sering kamu pertahankan. Alih-alih berusaha refreshing dengan bermalas-malasan sejenak justru kamu malah kebablasan. Ujung-ujungnya waktu kamu mendadak habis untuk tiduran sepanjang waktu tanpa produktifitas sama sekali. Membuang sedikit waktu mungkin nggak akan terasa tapi kalau kebiasaan itu sering kamu lakukan dampaknya akan merugikan kamu sendiri. Bukannya kamu ingin menjadi manusia yang lebih baik?
Tapi kira-kira kebiasaan-kebiasaan apa aja sih yang bikin merugi? Ini diaaa…..

1. Ternyata, kalau kamu sering menunda tugas dari dosen itu juga kebiasaan yang bikin hidupmu sia-sia.

tugas numpuk
Foto : mavanilla.wordpress.com
saya kan udah bilang tadi, awalnya nggak terasa tapi lama-lama berdampak bagi kehidupanmu. Salah satunya ya ini, mahasiswa sering kali banyak alasan untuk nggak cepet-cepet ngerjain tugas ataupun ketemu dosen bimbingan dengan alasan malas atau takut direvisi lagi dan lagi.
Guys, kalau ini sering kamu lakukan justru memperparah keadaan. Tugas yang menumpuk dan nggak segera diselesaikan bikin tambah beban. Revisi yang nggak segera diajukan juga berakibat molornya kelulusan. Semakin molor maka semakin tertinggal. Mau dibawa kemana arah hidupmu kelak?

2. Kalau tugas udah menumpuk, The Power of Kepepet solusinya? Wah ..salah besar!

tugas numpukBanyak yang salah mengartikan istilah The Power of Kepepet. Ngapain harus mengandalkan kekuatan kerja kebut semalam kalau ada istilah managemen waktu?
Iya, saya sendiri mengartikannya sebagai senjata terakhir kalau bener-bener kepepet. Kerja mepetpun bukan tanpa alasan. Kamu bisa gunain kerja kebut semalam kalau emang kegiatanmu yang udah kamu rancang seharian nggak memberikan waktu luang untuk mengerjakan tanggungan tugas.
Bukan sebaliknya, main-main dulu baru dikerjakan pas malem harinya dan kamu sering kali bangga banget tuh menyebutnya sebagai The Power of Kepepet. Banyak mahasiswa yang kayak gitu, bangga kalau kerjanya kebut semalam terus dipamerin ke temen-temennya -_-‘.
“Elaah…bro aku ngerjain ini semaleman, bukan mahasiswa namanya kalau nggak kepepet.” Sambil nyengir.
Jangan sia-siain waktu dengan mengandalkan kerja kebut semalam. Sama sekali nggak elegan.

3. Kamu termasuk golongan orang yang merugi kalau mengisi kekosongan waktu dengan bengong dan mondar-mandir nggak jelas.

bengong
Foto : MBDC
Boleh bengong apalagi pas nunggu dosen, jelas nggak ngapa-ngapain yang ada bikin males. Kegiatan apa sih yang paling nggak enak? Ya menunggu!
Tapi coba kamu isi penantian kamu minimal dengan baca buku, kalau nggak suka baca buku kamu bisa bawa leptop terus browsing-browsing. Itu hal sederhana banget loh yang bisa kamu lakukan dari pada mondar mandir nggak jelas. Detik demi detik berlalu, jangan biarkan berlalu tanpa produktifitasmu. Semangat!

4. Apa gunanya smartphone mahal-mahal tapi isinya cuma game dan media sosial?

smartphone
Foto : www.huffingtonpost.com
Jika kamu telah menghabiskan uang berjuta-juta demi membeli smartphone idaman kamu dan memanfaatkannya sebagai alat untuk main game dan sosmed, selamat kamu telah menyia-nyiakan potensi canggih lain yang ada di handphonemu.
Coba kenali lagi fitur-fitur menarik yang bikin pengetahuanmu nambah. Settingan kameranya misalnya, fitur editor foto dan aplikasi video bawaan dari smartphonemu juga bisa dimainkan nggak harus mengandalkan aplikasi-aplikasi yang lainnya.

5. Bicara soal aplikasi, ada hubugannya sama internet, itu memberikanmu pintu menuju dunia informasi.

browsing
Foto : mona-croll.deviantart.com
Sekarang internet merupakan tiket masuk ke perpustakaan digital. Yang namanya perpustakaan pasti punya seabrek informasi dari yang kecil sampai yang besar semua lengkap dalam dunia maya. Nah kalau hidup kamu cuma dihabiskan mainan sosmed dan nonton YouTube. Istilah lainnya sih sebagai hiburan semata, sayang banget loh.
Layaknya perpustakaan raksasa segala sumber ilmu ada di situ, mulai dari berita, artikel, materi belajar pokoknya hal-hal yang mengedukasi bisalah kamu akses demi memanfaatkan waktu luang kamu.
Nah, daripada browsing-browsing gak jelas, baca-baca artikel di sini juga bisa nambah inspirasi dan pengetahuan kamu lhohhh.. 😀

6. Daripada mengeluh soal hidup yang lempeng-lempeng aja, lebih baik kamu usaha lebih keras lagi.

mengeluh

Mengeluh dan mengeluh…hmmm coba pikir baik-baik apa dengan mengeluh bisa menyelesaikan masalah?
Waktu kuliah mengeluh skripsi, pas udah lulus ngeluh cari kerja susah, pas udah dapet kerja ternyata kerja tuh beban banget ya. Hei…stop mengeluh, punya ekspektasi tinggi memang bagus, tapi mengeluh saat kejadiannya nggak sesuai harapan bukanlah solusi yang tepat, lebih baik kamu fokus sama jalan keluar kemudian lakukan dengan maksimal.
****
Sampai disini ada pertanyaan? Kalau nggak ada dan kamu paham, jangan bengong aja segeralah susun rencana harian kamu biar lebih produktif!

Thursday, December 1, 2016

Spesial Untuk Pekerja Freelance, Ada 5 Cara Agar Dirimu Jadi Lebih Termotivasi


    Di Indonesia, makna dari ‘bekerja’ yang paling kuat adalah waktu yang pasti, 8 sampai 9 jam, tenaga ekstra untuk pergi ke kantor, berkutat dengan kursi, meja dan leptop, dan menggunakan seragam.
Cara bekerja seperti inilah yang tertanam di pemikiran kebanyakan orang. Namun, makna itu semakin bergeser kala orang melihat sosok pedagang, pebisnis yang notabene bekerja dengan waktu yang fleksibel namun tidak berseragam. Kemudian pekerja media yang berseragam namun tetap stand by 24 jam. Nyatanya, ada lagi istilah freelance atau pekerja paruh waktu dan sering kali pekerjaannya dapat dikerjakan di mana aja dan kapanpun, beberapa malah bekerja di rumah loh. Apa contohnya?
Penulis freelance (dikerjain di rumah), beberapa supir ojek online juga bisa disebut freelance, freelance marketing, seorang buruh, banyak loh. Ibaratnya itu tenaga lepas, mereka yang freelance adalah orang-orang yang yang bekerja sendiri dan tidak berkomitmen kepada majikan dengan jangka panjang tertentu. Ini menurut Wikipedia, tapi menurut Saya pekerja freelance sama dengan susahnya memperoleh pengakuan oleh masyarakat.
        Kenapa? Balik lagi ke paragraph satu, kamu sebagai pekerja freelance biasanya akan diberondong tuntutan pekerjaan yang pasti, yang bergaji pasti, memiliki kantor dan berseragam. Pokoknya yang pasti-pasti. Apalagi kalau freelancemu ini di rumah, iya, di rumah, kayak Saya sekarang nih kerja di rumah. Cuma modal wifi dan laptop. Padahal enak loh kerjanya, duduk sambil curhat buat kalian, dan dibayar, tanpa perlu menghabiskan tenaga buat macet-macetan ke kantor. Tapi tetep aja Saya suruh kerja jadi pegawai Bank. Yaelah…
     Oke, cukup curhat panjangnya dan kamu nggak perlu khawatir, soalnya Saya udah siapin cara untuk memotivasi dirimu bagi pekerja freelance biar kebal sama nyinyiran orang dan hidupmu lebih bahagia bersama pekerjaanmu yang sekarang.

1. Pertama, jangan memikirkan kenyataan-kenyataan yang tidak realistis.

Saya di sini, ingin memposisikan sebagai penulis freelance, jadi saya bisa kasih saran untuk jangan terlalu berharap sama hal-hal yang nggak kamu dapetin di pekerjaanmu sekarang atau pekerjaan orang lain.
Happy people focus on what they have, unhappy people focus on what is missing
Yup, fokus sama apa yang kamu punya, pencapaianmu saat ini dan tentunya selangkah demi selangkah. Kamu bisa mulai dengan menetapkan tujuan harian sederhana, seperti menulis lima ratus atau seribu kata secara teratur. Hal ini bisa bikin kamu lebih bersyukur daripada fokus sama hal-hal yang nggak ada. Realistis aja dan lakukan pekerjaan freelancemu sebaik mungkin.

2. Anggap, kalau freelance di rumah itu adalah kantormu atau wilayah kerjamu.

ruang kerja di rumah
   Tepis anggapan kalau bekerja itu harus dilakukan di kantor. Kamu yang sekarang bekerja di rumah coba mikir, betapa enaknya, udah dapet duit bisa dilakukan di rumah lagi. Hemat banget hidupmu.
Selain itu kamu nggak perlu bingung untuk mengatur waktu. Sesekali bosan? Kamu bisa atur jadwal dengan balance sesuka hatimu dengan cara berikut :
  • Atur cara berkomunikasimu, karena kamu kerja di rumah pastikan segala akses komunikasi itu tercapai misalnya koneksi internet, untuk update informasi.
  • Menstimulasi waktu kerja, sebelum kamu mulai bekerja pastikan segala urusan terselesaikan. Entah itu beres-beres rumah, mandi, sarapan atau persiapan apapun. Ya, anggap saja kamu mau pergi bekerja ke kantor beneran.
  • Pilah ruanganmu, karena kamu nggak ada kantor, bisa kok memberikan ruang sendiri untuk kerjamu. Misalnya menata ulang kamar dengan membagi ruang kantor mini untukmu sendiri.
  • Buatlah pengalihan, kondisi rumah pasti gitu-gitu aja, apalagi kamu nggak punya temen buat ngobrol. Ya, kamu harus pinter-pinter mengalihkan perhatian. Entah nonton film sebagai hiburan atau sekadar jalan-jalan.

3. Jangan lupa mengapresiasi diri sendiri.

Pekerjaan yang kamu lakukan bukanlah hal yang remeh meski tergolong bukan pekerjaan pasti. Dengan mengapresiasi dirimu dalam bekerja, kamu bisa merasakan penghargaan yang kamu ciptakan sendiri. Jangan tunggu orang lain melakukannya, mulailah berdamai pada dirimu sendiri. Jangan mengeluh tentang kekurangan pekerjaan karena mengeluh nggak membuatmu menjadi manusia yang produktif.

4. Kamu punya segudang waktu untuk berkumpul dengan teman sejahwat.

Teman sejahwat dalam konteks ini adalah sesama freelancer. Nggak ada salahnya menambah relasi dengan kumpulan orang-orang yang kerjanya juga freelance.Itu bisa bikin kamu nambah wawasan dan ide-ide positif dengan mendengar cerita mereka.
Einstein pernah mengatakan, “Cobalah untuk tidak menjadi orang yang sukses, melainkan mencoba untuk menjadi orang yang bernilai.

5. Jangan pikirkan apa kata orang.

Mungkin sekarang masih freelance, tapi kamu nggak tau kan seperti apa masa depan? Pekerjaan apa lagi yang akan kamu dapat nantinya. Ketahuilah, mungkin dari freelance dulu baru meloncat ke prestasi yang lebih jauh. Terlalu memikirkan anggapan orang bisa killing your self dan merusak kepercayaan diri.
Jangan menjadi orang yang dibentuk berdasarkan ‘omongan’ orang lain, bentuklah karaktermu sesuai apa yang kamu yakini.

Guys, ketahuilah. Masih banyak orang-orang di sana yang bener-bener nganggur!! Jadi sebagai pekerja freelance patutnya bersyukur!!

SEO Reports for posharian3.blogspot.com